Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang saat menerima TSP berupa 1 unit bak Kontainer Sampah dari RS Lavalette (Foto : Fitri AdaDiMalang)
CANTIKDANBUGAR.COM - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat volume timbulan sampah di Kota Malang per harinya telah mencapai lebih dari 700 ton.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyampaikan bahwa kondisi tersebut memerlukan langkah dan strategi penanganan yang terfokus pada pengurangan sampah langsung dari sumbernya.
Pria yang akrab disapa Raymond tersebut menegaskan bahwa upaya pengurangan volume sampah membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat serta dukungan kemitraan. Salah satunya diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/TSP).
“Untuk pengurangan sampah, itu merupakan wujud kontribusi aktif masyarakat dan mitra melalui pemanfaatan nilai sampah. Sedangkan penanganan sampah, adalah bentuk komitmen pemerintah dalam mengelola sampah secara holistik dan tuntas,” ujar Raymond.
Sebagai bagian dari upaya penanganan sampah dan pelaksanaan program Ngalam Rijik serta Ngalam Seger yang merupakan bagian Dasa Bakti Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.Rumah Sakit (RS) Lavalette menyerahkan bantuan TSP berupa satu unit bak kontainer sampah kepada DLH Kota Malang.

Penyerahan bantuan sarana pendukung tersebut dilakukan secara langsung oleh Direktur RS Lavalette, dr. Indra Gunawan, kepada Plt Kepala DLH Kota Malang, Drs. Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang. Bantuan dari rumah sakit di bawah naungan PT Nusantara Sebelas Medika ini ditujukan untuk menciptakan tata kelola sampah yang lebih teratur.
Atas penerimaan dukungan sarana tersebut, Plt Kepala DLH Kota Malang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada manajemen RS Lavalette.
“Terima kasih kepada Rumah Sakit Lavalette. Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Malang,” puji Raymond.
Raymond menjelaskan kembali bahwa tantangan pengelolaan lingkungan di wilayah Kota Malang tergolong cukup besar. Dengan jumlah beban sampah harian yang melebihi 700 ton, efisiensi penanganan serta efektivitas pengangkutan sampah dari wilayah pemukiman menjadi krusial.
Menurut Raymond, pengelolaan sampah memegang peranan penting dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan. Hal ini bukan hanya agenda pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif antara pemerintah dan masyarakat.
“Pengelolaan sampah penting bagi kebersihan, kesehatan dan lingkungan serta menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. Untuk itu, TSP berupa bak kontainer ini memberikan banyak manfaat dalam proses pengumpulan dan pengangkutan sampah,” pungkas Raymond.
Sementara itu, Direktur RS Lavalette, dr. Indra Gunawan, menjelaskan bahwa unit bak kontainer sampah yang diserahkan berada dalam kondisi prima dan siap pakai. Keberadaan unit ini diproyeksikan untuk mendukung kelancaran operasional pengumpulan hingga pengangkutan sampah di lapangan.
“Bak kontainer yang diserahkan dalam kondisi baik dan layak digunakan. Program TSP ini merupakan bentuk dukungan RS Lavalette terhadap upaya pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan di Kota Malang. Bantuan bak kontainer ini nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pengumpulan dan pengangkutan sampah,”kata dr. Indra Gunawan. (*)
0 Komentar