Mahasiswa UB dan DP3AP2KB Kota Batu Hadirkan E-Modul Digital Kesehatan Reproduksi Dengan Teknologi Tepat Guna

 

CANTIKDANBUGAR.COM - Akses terhadap informasi kesehatan reproduksi serta program Keluarga Berencana yang terpercaya kini dapat diakses secara mandiri oleh masyarakat Kota Batu.

Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik periode Juli 2026, Kelompok 14 Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya berkolaborasi dengan Ikatan Penulis Keluarga Berencana dan DP3AP2KB Kota Batu merilis inovasi E-Modul Kemendukbangga dan Kesehatan Reproduksi.

​Inovasi berbasis Teknologi Tepat Guna digital ini dirancang untuk memperluas jangkauan edukasi program Keluarga Berencana hingga ke tingkat akar rumput. Agar masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah, tim mahasiswa menyerahkan media edukasi berupa brosur dan banner yang dilengkapi kode QR serta tautan akses cepat ke Balai Penyuluhan KB di Kecamatan Bumiaji, Desa Junrejo, dan Kecamatan Batu.

Melalui integrasi kode QR tersebut, warga maupun penyuluh lapangan dapat mempelajari seluruh materi edukasi secara gratis menggunakan ponsel pintar kapan saja dan di mana saja.

​Perwakilan Divisi Acara KKN-T 14 FIA UB, Ellena Elisanora Budiman, menjelaskan bahwa kehadiran modul digital ini sangat penting untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai esensi program Keluarga Berencana.

​”Kehadiran E-Modul TTG ini menjadi sangat krusial karena program Keluarga Berencana pada hakikatnya bukan sekadar upaya membatasi jumlah anak, melainkan sebuah ikhtiar terencana untuk membangun masa depan keluarga yang sehat, mandiri, berkarakter, dan sejahtera,” jelas Ellena.

​Materi di dalam E-Modul ini mencakup tiga pilar utama. Pilar pertama berfokus pada pencegahan kehamilan empat terlalu, yaitu mengedukasi warga agar menghindari kondisi hamil terlalu muda di bawah usia 20 tahun, terlalu tua di atas usia 35 tahun, jarak melahirkan terlalu dekat kurang dari 2 tahun, serta jumlah anak terlalu banyak lebih dari 3 orang.

​Pilar kedua menyajikan panduan mengenai pilihan metode kontrasepsi sesuai kebutuhan. Penjelasan mencakup Metode Kontrasepsi Jangka Panjang dan Kontrasepsi Mantap seperti IUD, Implan, MOP atau Vasektomi, serta MOW atau Tubektomi. Selain itu, dijelaskan pula metode non-MKJP seperti suntik KB, pil KB, dan kondom.

​”Pilar kedua adalah literasi Metode Kontrasepsi Berbasis Kebutuhan, modul ini akan memberikan penjelasan mendalam terkait pilihan alat kontrasepsi. Ini mencakup kelompok Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Kontrasepsi Mantap (Kontap) seperti IUD/AKDR (efektif 3–10 tahun), Implan/Susuk KB (efektif 3–5 tahun), MOP/Vasektomi (permanen pria yang aman tanpa operasi besar), dan MOW/Tubektomi (permanen wanita). Selain itu, dibahas pula metode Non-MKJP seperti Suntik KB (rutin 1 atau 3 bulan), Pil KB (diminum disiplin setiap hari), dan Kondom (sekali pakai sekaligus mencegah Infeksi Menular Seksual),” ungkap Ellena.

​Sementara pilar ketiga memuat panduan navigasi layanan publik. Bagian ini menjelaskan enam tahapan alur pelayanan mulai dari pendaftaran, konseling, pemeriksaan kesehatan, persetujuan tindakan, proses medis, hingga jadwal kunjungan ulang.

​”Modul ini juga memuat kejelasan syarat dokumen administrasi (KTP, KK, BPJS/KIS) serta pemetaan lokasi fasilitas kesehatan dan Balai Penyuluhan KB terdekat di wilayah Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo,” ungkapnya.

Penyerahan x-banner sebagai media edukasi agar tetap dapat mengedukasi masyarakat (Foto : Ist)
Penyerahan x-banner sebagai media edukasi agar tetap dapat mengedukasi masyarakat (Foto : Ist)

​Peran mahasiswa dalam program ini mencakup penyusunan materi akademis sekaligus teknis integrasi sistem. Pendampingan lapangan juga dilakukan melalui sosialisasi langsung di Posyandu dan balai desa untuk mengedukasi warga mengenai tata cara memindai kode QR secara mandiri.

​Penyusunan modul ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pasangan usia subur, calon pengantin, remaja, kelompok binaan keluarga, hingga kader kesehatan desa. Langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan dampak program di masa mendatang.

​”Pengembangan E-Modul berbasis QR Code ini dirancang bukan sebagai program insidental, melainkan sebagai strategi institusionalisasi media edukasi digital lokal untuk menjamin keberlanjutan dampak (program sustainability). Komitmen keberlanjutan ini diwujudkan melalui tiga pilar utama pilar keberlanjutan strategi yang terdiri atas Integrasi Sarana Digital Permanen, penguatan Alat Kerja Lapangan (Digital Pocket Book), dan keterhubungan dengan Kanal Layanan Resmi,” jelas Ellena.

​Melalui terobosan digital ini, sinergi antara mahasiswa, penyuluh, dan pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan reproduksi serta menekan angka kehamilan berisiko di wilayah Kota Batu. (Red)​

Posting Komentar

0 Komentar

MEDIA ONLINE YANG MENYAJIKAN INFORMASI SEPUTAR WANITA YANG MENGINSIPRASI SUPAYA MEMILIKI ENERGI YANG POSITIF